dr Dian menegaskan, keinginan BAB setelah makan tidak otomatis menjadi indikator kesehatan pencernaan. Sebab, kondisi pencernaan perlu dinilai dari beberapa aspek, termasuk konsistensi feses, kenyamanan saat BAB, serta ada atau tidaknya keluhan lain.
Selama feses memiliki konsistensi normal, tidak disertai rasa nyeri, dan tidak ada keluhan lain, keinginan BAB setelah makan umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Meski demikian, masyarakat perlu mewaspadai perubahan pola BAB yang disertai gejala tertentu. Di antaranya diare berkepanjangan, darah pada feses, nyeri perut berat, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. “Kesehatan pencernaan bukan cuma soal frekuensi BAB!,” ujar dr Dian.