Selain itu, pola makan dengan waktu yang konsisten pada siang hari berpotensi membantu menyelaraskan metabolisme tubuh dengan ritme sirkadian. Ritme sirkadian berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus tidur.
Waktu Makan Berpengaruh pada Gula Darah
Bukan hanya jenis makanan, waktu mengonsumsinya juga dapat memengaruhi respons tubuh. Makan terlalu larut malam dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih tinggi dibandingkan ketika makanan yang sama dikonsumsi lebih awal pada hari yang sama.
Intermittent fasting juga memberikan tubuh periode lebih panjang tanpa asupan makanan. Kondisi ini membuat tubuh tidak terus-menerus berada dalam keadaan setelah makan, terutama ketika kebiasaan ngemil pada malam hari dikurangi.
Periode tanpa asupan tersebut dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Tubuh kemudian berpotensi menjadi lebih efektif dalam mengatur kadar gula darah.
Hal ini penting karena resistensi insulin disebut sebagai salah satu faktor yang berperan dalam proses penuaan otak. Dengan membaiknya sensitivitas insulin, proses yang berkaitan dengan penuaan otak berpotensi diperlambat.