JAKARTA, iNews.id - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai beterbangan ke sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Banten, DKI Jakarta hingga Jawa Barat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak.
Menjadi catatan bersama, anak-anak adalah kelompok rentan jika terpapar abu vulkanik, karena abu vulkanik dapat memberikan dampak terhadap kesehatan fisik maupun psikologis.
Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp. ETIA(K), melalui paparan yang diunggah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengingatkan bahwa abu vulkanik tidak dapat disamakan dengan debu biasa yang berasal dari lingkungan perkotaan.
Partikel abu vulkanik mengandung silika dan material kristalin yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang lebih rentan karena sistem pernapasan mereka masih berkembang.
Dampaknya pun tidak sebatas batuk ringan. Pada anak yang memiliki riwayat asma, paparan partikel abu vulkanik dapat meningkatkan risiko kekambuhan dan memperburuk gejala sesak napas.