Cegah Penyakit, Perawatan Kesehatan Berbasis Genetik Makin Diminati 

Vien Dimyati
Perawatan Kesehatan Berbasis Genetik untuk Cegah Penyakit (Foto: Ist)

Dia menjelaskan, untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, Asa Ren mengembangkan kerja sama dengan Watson Indonesia. Didirikan pada 2016, Asa Ren mulai melakukan penetrasi pada pasar dengan pendekatan yang berfokus pada gaya hidup konsumen dengan menyediakan teknologi yang memungkinkan konsumen mengelola data kesehatan yang terdiri atas rekam medis dan profil genetik dengan mudah melalui aplikasi.

"Kerjasama ini ditargetkan untuk mempercepat pertumbuhan pelanggan Asa Ren di sektor ritel dan membangun hubungan yang lebih kuat antara pelanggan terhadap brand tes DNA," ujar Aloysius.

Perlu diketahui, produk Asa Ren kini tersedia di 23 gerai Watson Jakarta dan akan memberikan aksesibilitas kepada pelanggan yang lebih besar. Selain itu, menghadirkan lebih banyak pilihan untuk pelanggan Watson Indonesia dalam melakukan pembelian yang tepat tentang perawatan kesehatan.

"Kami sangat senang dapat memperluas kemitraan dengan Watson Indonesia dan membawa produk berbasis genetik untuk dapat diakses banyak pelanggan," katanya.

Dia menambahkan, adapun tujuan kerja sama ini adalah untuk menyediakan teknologi yang dapat membantu pelanggan untuk memahami dan mengelola data perawatan kesehatan mereka. "Kami berharap dapat terus berinovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.

Aloysius menambahkan, Asa Ren memiliki misi meningkatkan aksesibilitas tes DNA dan menawarkan solusi pemanfaatan data genetik pada masyarakat dengan melakukan analisis data DNA primer, sekunder, dan tersier di dalam negeri. Hal ini selain memungkinkannya biaya produk yang lebih terjangkau di pasaran juga untuk memastikan keamanan dan privasi data dari pelanggan. 

"Dengan melakukan pemanfaatan data longitudinal dan genomik, kami juga dapat berinovasi dan mengembangkan produk berbasis data genomik klinis. Pemanfaatan ini secara keseluruhan dapat mempercepat inovasi penemuan obat dan perawatan yang terpersonalisasi berdasarkan 5.000 profil genomik masyarakat Indonesia, memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Kemenkes Ingatkan Risiko Penyakit dari DBD hingga Pernapasan

Nasional
4 hari lalu

Kemenkes Ingatkan DBD dan ISPA Jadi Ancaman Serius di Kemarau Panjang 2026

Health
9 hari lalu

Apa Itu Lipoma, Benjolan yang Diduga Ada di Bahu Raffi Ahmad?

Nasional
9 hari lalu

Raffi Ahmad Ternyata Punya Benjolan di Bahu, Selama Ini Disembunyikan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal