Namun, di tengah derasnya komentar negatif, sebagian komentar diketahui menghilang. Warganet menduga Daviena sengaja menghapus kritik warganet soal produknya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Daviena di akun media sosialnya terkait penarikan produk tersebut. Tidak ada unggahan klarifikasi maupun penjelasan terbuka mengenai temuan BPOM, meskipun produknya ramai diperbincangkan di kolom komentar.
Sebagai informasi, temuan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin BPOM terhadap kosmetik di pasaran. Dari total 26 produk kosmetik berbahaya yang diumumkan, mayoritas mengandung bahan yang tidak diperbolehkan karena berisiko bagi kesehatan kulit dan tubuh jika digunakan tanpa pengawasan medis.
Dalam daftar temuan BPOM, Daviena Skincare berada di urutan pertama produk kosmetik berbahaya yang diidentifikasi. Nama produk ini tercatat jelas bersama bahan berbahaya yang ditemukan oleh BPOM selama pengujian di laboratorium yang berwenang.
Bahan aktif deksametason yang terdeteksi dalam produk tersebut merupakan salah satu jenis kortikosteroid yang tidak diperbolehkan dalam produk kosmetik, karena dapat menyebabkan efek samping yang serius bila dipakai sebagai skincare tanpa resep dan pengawasan dokter.