Mudah lelah dan lemas juga menjadi keluhan yang perlu diperhatikan. Gangguan fungsi ginjal dapat mengurangi produksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga pasien dapat mengalami anemia.
“Di nomor 3, gampang capek dan lemes. Fungsi ginjel dalam penghasil hormon penambah darah akan hilang jika ginjel kita rusak. Maka pasien-pasien gagal ginjal akan cenderung kurang darah alias anemia. Walhasil, lemes,” ucap dia.
Sementara itu, mual dan muntah yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan uremic syndrome. Kondisi ini terjadi ketika zat sisa dan racun menumpuk di dalam darah akibat fungsi ginjal yang sudah terganggu.
“Di nomor 2, mual dan muntah berkelanjutan. Ini yang dinamakan dengan uremic syndrome. Sampah dan racun yang numpuk akan bikin lambung hiperaktif dan bikin mual dan muntah,” ujarnya.
Pentingnya Cek Darah dan Urin
dr Decsa menegaskan, gejala seperti pembengkakan, kulit gatal, mudah lelah, mual, dan muntah biasanya baru muncul ketika penyakit ginjal sudah berada pada stadium 4 dan 5.
“Gejala-gejala yang saya sebutin tadi di atas biasanya baru muncul stadium 4 dan stadium 5, di mana kerusakannya sudah sangat berat. Jangan lupa juga periksa darah dan urin secara rutin dengan medical check-up,” ucap dr. Decsa.
Pemeriksaan darah dan urin secara berkala dapat menjadi bagian penting dalam mendeteksi gangguan fungsi ginjal sebelum gejala berat muncul. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan menunggu tubuh memberikan tanda, tetapi juga perlu dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.