JAKARTA, iNews.id — Pasien kanker anak tidak cukup hanya dinyatakan sembuh secara medis. Ada aspek psikologis hingga sosial yang penting untuk diperhatikan orang tua pasien kanker anak.
Nah, Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi Anak, dr. Endang Windiastuti, SpA, SubspHO (K), menegaskan bahwa proses pemulihan juga harus mencakup aspek psikologis, sosial, dan spiritual, termasuk aktivitas sederhana seperti bermain bersama keluarga.
Menurut dr Endang, target utama pengobatan kanker memang kesembuhan. Namun, kesembuhan saja belum cukup untuk memastikan anak dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
"Sembuh saja tidak cukup. Kita harapkan mereka menjadi anak yang berkualitas. Bahkan kalau ada gejala sisa, dengan monitoring rutin masih bisa kita atasi," ujarnya dalam peringatan Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) di Jakarta.
Dia menjelaskan, kemoterapi dan terapi medis bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pemulihan. Anak hanya menjalani perawatan intensif di rumah sakit sekitar 5–10 hari dalam satu siklus terapi. Selebihnya, mereka menghabiskan waktu di rumah dan lingkungan sekitar.
Di sinilah peran keluarga menjadi sangat krusial. Ya, dr Endang menekankan dunia anak identik dengan bermain. Aktivitas bermain bukan sekadar hiburan, melainkan bagian penting dari pemulihan mental dan sosial pasien kanker anak.
"Aspek sosial ini sering kali terlupakan. Selain medis, orang tua perlu mengedepankan aspek sosial dengan mengajak anak bermain secara rutin," jelasnya.