Dokter Peringatkan Anak Ngorok saat Tidur, Tanda Gangguan Pernapasan Berbahaya

Mei Sada Sirait
Dokter mengingatkan orang tua agar tidak menganggap sepele kebiasaan anak mengorok saat tidur, terutama jika anak mengalami obesitas. (Foto: Ilustrasi/AI)

“Imunitas tubuh sangat dipengaruhi oleh status gizi. Anak yang obesitas bukan berarti status imunnya lebih baik,” katanya.

Karena itu, orang tua perlu memastikan anak memiliki pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup agar status gizinya tetap ideal. Kondisi gizi yang baik dinilai lebih penting dibanding sekadar memiliki berat badan berlebih.

Prof. Rini juga mengingatkan bahwa dampak obesitas tidak hanya dirasakan saat anak masih kecil. Risiko penyakit tidak menular dapat muncul lebih cepat ketika anak memasuki usia remaja hingga dewasa.

“Nah masalah jangka panjang pada anak obesitas adalah penyakit non-infeksi seperti Diabetes Melitus dan hipertensi,” ujarnya.

Menurut Prof Rini, pencegahan obesitas sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan anak secara menyeluruh, sekaligus mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit kronis di masa depan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Stop Terobsesi Punya Anak Chubby, Dokter Peringatkan Risiko Obesitas

1 bulan lalu

Perut Buncit di Usia 30-an Bisa Turunkan Testosteron, Ini 4 Cara Mengatasinya

1 bulan lalu

Alat Vital Pria Gemuk Terlihat Mengecil, Begini Cara Mengatasinya Kata Dokter

1 bulan lalu

Kenapa Alat Vital Pria Gemuk Terlihat Lebih Kecil? Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal