Misalnya, orang yang rutin berolahraga dapat datang bukan karena sedang mengalami cedera, tetapi ingin mengetahui apakah ada bagian tubuh yang bekerja secara tidak seimbang.
“Saya tuh sehat-sehat aja. Saya mau datang diperiksa dong postur, movement, dan kekuatan otot saya,” kata Simon.
Dia menjelaskan, pemeriksaan fisioterapi dapat melihat kondisi tubuh secara lebih detail. Salah satunya dengan mengukur kekuatan otot sekaligus membandingkan kemampuan antara sisi kanan dan kiri tubuh.
Bagi orang yang aktif berolahraga, pemeriksaan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum mengalami cedera. Dengan begitu, potensi masalah yang ditemukan dapat ditangani melalui latihan atau rekomendasi yang sesuai.
Simon mengatakan, sebagian pasien justru baru menyadari manfaat fisioterapi setelah sebelumnya datang karena mengalami cedera. Dia juga menekankan fisioterapi berbeda dengan layanan pijat atau sport massage.