Rasa cepat kenyang atau begah juga dapat menyertai gangguan pencernaan akibat H. pylori. Penderita dapat merasa tidak nyaman meski baru mengonsumsi makanan dalam jumlah yang tidak banyak.
Hal penting yang perlu diketahui, sebagian besar orang yang terinfeksi H. pylori justru tidak mengalami gejala.
Mengutip Mayo Clinic, infeksi H. pylori dapat mengganggu lapisan pelindung lambung dan menyebabkan peradangan. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini dapat memicu terbentuknya tukak pada lambung atau usus kecil.
Infeksi H. pylori juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker lambung tertentu. Namun, hanya sebagian kecil orang yang terinfeksi kemudian mengalami komplikasi tersebut.
Karena gejalanya dapat menyerupai gangguan pencernaan lain, diagnosis H. pylori tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan keluhan seperti sering sendawa atau kembung.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan, antara lain melalui tes feses atau urea breath test. Pada kondisi tertentu, endoskopi dan pengambilan sampel jaringan lambung juga dapat dilakukan.
Jika mengalami keluhan pencernaan yang berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai tanda seperti muntah darah dan tinja berwarna hitam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.