Heboh! Obat Molnupiravir Diklaim Cegah Risiko Kematian akibat Covid-19

Muhammad Sukardi
Kasus meninggal akibat Covid-19 . (Foto: Ilustrasi/Ist)

"Perawatan semacam ini tidak praktis dan menantang secara logistik untuk diberikan. Pil oral sederhana jauh akan menjadi kebaikan untuk masyarakat," lanjut Adalja.

"Pil kami akan mengubah 'dialog' seputar cara mengelola Covid-19," kata Chief Executive Merck, Robert Davis pada Reuters.

Sementara hasil uji coba tahap 3 pil oral Merck ini diketahui sangat kuat. Dari 775 pasien yang terlibat dalam studi, peneliti mengamati rawat inap atau kematian di antara mereka lebih kecil.

Ditemukan bahwa 7,3 persen dari mereka yang diberi Molnupiravir dua kali sehari selama 5 hari perawatan di rumah sakit, tidak ada yang meninggal dunia dalam 29 hari setelah obat diberikan. Ini dibandingkan dengan tingkat rawat inap kelompok plasebo sebesar 14,1 persen dan 8 kasus meninggal dunia dilaporkan.

"Perawatan antivirus yang dapat dilakukan di rumah untuk menjauhkan orang dengan Covid-19 perlu perawatan di rumah sakit sangat dibutuhkan," kata Wendy Holman, CEO Ridgeback, lewat keterangan resminya.

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
16 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

20 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

4 bulan lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

4 bulan lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal