"Dan ingat kalau namanya serangan jantung atau stroke, itu sebenarnya adalah masalah pembuluh darah," katanya.
Sebab itu, masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik perlu melakukan langkah perlindungan untuk mengurangi paparan. Salah satunya dengan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kualitas udara di dalam rumah.
"Usahakan untuk aktivitas dalam rumah dengan filter udara. Kalau perlu keluar rumah, tentunya perlu masker, kalau perlu pakai masker N95," ucapnya.
dr Vito juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas fisik berat, khususnya di luar rumah ketika kondisi masih dipenuhi abu vulkanik. Selain berpotensi meningkatkan paparan partikel, aktivitas berat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen.
Membersihkan abu vulkanik juga harus dilakukan dengan hati-hati. Abu sebaiknya sedikit dibasahi agar tidak mudah beterbangan, sementara masyarakat disarankan menggunakan masker dan pelindung mata.
"Hindari aktivitas berat terutama di luar rumah. Ketika membersihkan abu, bersihkan dengan cara yang hati-hati, sedikit dibasahi dan pakai pelindung mata, juga pakai masker," katanya.
Paparan abu vulkanik karena itu perlu menjadi perhatian serius, bukan hanya bagi orang dengan gangguan pernapasan, tetapi juga untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Langkah perlindungan diri menjadi penting selama wilayah tempat tinggal masih terpapar abu vulkanik.