Beberapa masalah kulit yang dapat muncul akibat kebiasaan tersebut antara lain Tinea Corporis atau kurap, Folliculitis atau peradangan folikel rambut, serta Bacne atau jerawat punggung.
Untuk mencegah gangguan kulit akibat keringat, dr Cecep membagikan sejumlah langkah praktis. Pertama, segera ganti pakaian basah dengan baju yang kering dan longgar. Dia juga menyarankan memberikan waktu sekitar 20 hingga 30 menit untuk pendinginan sebelum mandi.
Kedua, pilih pakaian olahraga yang tepat. Saat berolahraga, utamakan pakaian berbahan wicking seperti dri-fit yang mampu membantu menguapkan keringat dengan cepat.
“Hindari katun murni yang hanya menyerap dan menahan basah menempel di kulitmu,” kata dr Cecep.
Ketiga, perkuat pertahanan kulit. Bagi orang yang rentan mengalami jerawat badan atau infeksi jamur, dia menyarankan penggunaan sabun antibakteri atau antijamur 2-3 kali seminggu pada area yang rentan seperti dada dan punggung, diselingi dengan eksfoliasi rutin.
Jika kondisi tidak memungkinkan untuk segera mandi setelah berolahraga, dr Cecep menyarankan langkah pertolongan pertama dengan mengeringkan tubuh menggunakan handuk. Keringat pada sejumlah area, seperti punggung, dada, dan ketiak, juga dapat diseka menggunakan tisu basah antibakteri.
“Keringkan badan dengan handuk, seka area paling berkeringat (punggung, dada, ketiak) dengan tisu basah antibakteri. Pilih yang alcohol-free untuk mengurangi risiko iritasi, gunakan dengan usapan lembut, jangan digosok kasar. Ingat, ini bukan pengganti mandi ya! Segera ganti dengan set pakaian yang benar-benar kering dan longgar. Ini jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.