Jangan Panik! Wabah Pes Rusia Kecil Kemungkinan Masuk Indonesia dan Jadi Pandemi Baru

Muhammad Sukardi
Wabah Pes Rusia mulai dipantau Amerika Serikat. (Foto: X)

JAKARTA, iNews.id - Kasus meninggalnya seorang peneliti di laboratorium pes di Siberia, Rusia, memicu kekhawatiran penyakit tersebut dapat berkembang menjadi pandemi baru. Namun, masyarakat diminta tidak panik karena potensi kasus pes tersebut meluas menjadi pandemi dinilai sangat kecil.

Epidemiolog Griffith University Australia, dr Dicky Budiman, mengatakan kasus tersebut belum termasuk kondisi yang perlu dikategorikan sebagai high alert. Selain itu, penyakit pes saat ini sudah memiliki pengobatan yang efektif.

"Ini adalah kasus yang bukan masuk kategori high alert. Potensi pandeminya juga kecil sekali karena gejala ini juga bisa dideteksi dan biasanya akan bisa ditangani dalam dua sampai tiga hari dengan antibiotik yang ada saat ini," kata dr Dicky saat dihubungi iNews.id, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, salah satu hal penting dalam menilai potensi pandemi adalah karakteristik patogen penyebab penyakit. Dalam kasus pes, bakteri penyebabnya bukan patogen baru.

"Kriteria pertama, dia adalah patogen baru dan ini bukan," ujarnya.

Pes diketahui disebabkan bakteri Yersinia pestis. Penyakit tersebut telah dikenal dalam dunia medis dan tersedia antibiotik untuk mengobatinya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
34 menit lalu

Epidemiolog Ungkap Risiko Wabah Pes Rusia Masuk Indonesia Sangat Kecil

45 menit lalu

Wabah Pes Rusia Bakal Jadi Pandemi Baru? Ini Kata Epidemiolog!

1 jam lalu

Geger! AS Mulai Turun Tangan Pantau Dugaan Wabah Pes Rusia

2 jam lalu

Mengenal Yersinia Pestis, Bakteri Penyebab Penyakit Pes yang Diduga Menyerang Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal