Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui masih maraknya disinformasi di masyarakat terkait kusta. Ia menegaskan bahwa secara ilmiah, penderita kusta yang telah mendapatkan pengobatan antibiotik berhenti menularkan penyakit dalam waktu kurang dari satu minggu.
“Kalau ada yang mengisolasi atau membuang saudaranya karena lepra, itu disinformasi. Tidak ada scientific evidence-nya,” tegas Menkes Budi.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dalam edukasi publik, agar masyarakat memahami fakta medis tentang kusta dan tidak lagi melakukan diskriminasi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, menilai eliminasi kusta tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan kesehatan, tetapi juga memerlukan pendekatan sosial dan keagamaan. Ia menyoroti masih kuatnya kepercayaan kusta sebagai kutukan yang mengakar dalam budaya masyarakat.
“Meski sudah sembuh, banyak yang masih menyembunyikan riwayat kusta karena takut dikucilkan,” ujar Ilham.
Ilham menjelaskan bahwa pemerintah telah memasukkan skrining kusta dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah kecacatan. Namun, menurutnya, kebijakan medis harus dibarengi dengan pendekatan budaya dan agama agar lebih diterima masyarakat.