Direktur Eksekutif The Habibie Center, Mohammad Hasan Ansori, menambahkan bahwa hasil riset awal di empat wilayah yaitu Probolinggo, Tojo Una-Una, Mimika, dan Lembata, menunjukkan persoalan kusta di Indonesia memiliki dua sisi besar yaitu aspek medis dan aspek sosial.
“Di beberapa daerah, kusta masih dianggap sebagai santet atau ilmu hitam. Banyak orang bergaul dengan penderita kusta tapi tidak tahu itu kusta,” ungkap Ansori.
Ia juga menyoroti keterbatasan dana dan ketersediaan obat sebagai tantangan lain, sementara jumlah pasien yang membutuhkan penanganan masih tinggi. Akibat stigma, banyak penderita dan penyintas kusta mengalami kesulitan bekerja, dikucilkan, hingga takut kembali bersosialisasi meski telah sembuh secara medis.