Kanker Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Keluarga dan Komunitas Bisa Bangkitkan Harapan

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien kanker dirawat dan mendapat dukungan. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id - Diagnosis kanker kerap menjadi pukulan berat bagi pasien maupun keluarga. Tidak sedikit pasien yang langsung merasa takut, tertekan, bahkan menganggap penyakit tersebut sebagai akhir dari kehidupan.

Padahal, perjalanan menghadapi kanker tidak harus dilalui seorang diri. Selain pengobatan medis, dukungan dari keluarga, teman, hingga komunitas dapat membantu pasien melewati masa sulit dan kembali menumbuhkan harapan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, mengatakan, respons psikologis pasien setelah menerima diagnosis kanker tidak bisa diabaikan.

"Begitu seseorang didiagnosis kanker, yang terbersit dalam pemikirannya adalah bahwa ini hukuman mati," kata dr Cosphiadi dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, kehadiran 'support system' yang baik dapat membantu menjembatani tekanan yang dirasakan pasien. Dukungan tersebut bisa datang dari keluarga, teman, maupun lingkungan tempat pasien menjalani kesehariannya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
8 hari lalu

5.000 Pasien Kanker Gaza Terjebak, Menunggu Pengobatan di Tengah Ancaman Kematian

8 hari lalu

Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati

8 hari lalu

Kondisi Terkini Yurike Prastika yang Sempat Divonis Kanker Stadium 4, Sel Tidak Aktif!

8 hari lalu

Gejala Kanker yang Dialami Yurike Prastika, Sakit Pinggang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal