"Dengan support system yang baik dari keluarga, teman, dan lingkungan, rasa tertekan itu dapat dijembatani sehingga penderita kanker mulai melihat adanya harapan baru," ujarnya.
Perjalanan pengobatan kanker dapat berlangsung panjang dan menghadirkan berbagai tantangan. Karena itu, kebutuhan pasien tidak berhenti pada akses terhadap terapi.
Pasien juga membutuhkan lingkungan yang mau mendengarkan, memberikan semangat, serta membantu mereka mendapatkan informasi kesehatan yang dapat dipercaya.
Kehadiran komunitas menjadi salah satu ruang yang dapat mempertemukan pasien, penyintas, caregiver, keluarga, dan tenaga kesehatan. Di dalamnya, mereka dapat berbagi pengalaman sekaligus saling menguatkan.
Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang hadirnya Komunitas Harapan Indonesia yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Paru Sedunia 2026.