KDRT Termasuk Penyakit Mental, Bisakah Pelaku Sembuh dan Berubah?

Wiwie Heriyani
Rizky Billar menjadi pelaku KDRT pada istrinya Lesti Kejora. (Foto: YouTube)

Menurut Amie Zarling, profesor dan psikolog klinis di Iowa State University, pada dasarnya kebiasaan KDRT tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Perilaku negatif tersebut bisa muncul karena akumulasi atau gabungan dari banyak hal. Khusus pada pria, Zarling mencontohkan, kekerasan merupakan cara untuk mengatasi emosi yang tidak menyenangkan, seperti perasaan rapuh, malu, cemburu maupun cemas. 

“Kekerasan tidak hanya digunakan untuk mempertahankan dominasi pelaku atas korbannya. Tindakan kekerasan merupakan mekanisme untuk mengatasi tekanan yang mereka rasakan,” jkata Amie Zarling.

Lebih lanjut, Ellen Pence, dari Domestic Abuse Intervention Project (DAIP), sebuah program untuk mengurangi KDRT, mengungkapkan bahwa kekerasan yang didominasi pria muncul karena praktik menahun budaya patriarki. Hal ini mengacu pada sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan dan pemimpin utama dalam banyak hal. Sistem yang melanggengkan dominasi laki-laki tersebut melahirkan banyak bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pria. 

Lantas, bisakah pelaku KDRT sembuh?

Menurut Ellen Pence, konstruksi sosial dan politik dari sistem patriarki yang mendarah daging selama ribuan tahun, membuat pria pelaku KDRT sulit menyembuhkan kebiasaan buruk mereka. Bahkan, Pence menyebut, perilaku kekerasaan tersebut tidak dapat dihilangkan dengan metode psikoterapi maupun konseling.

“Sesi terapi dengan profesional rentan membuat pria pelaku KDRT melihat tindakan mereka hanya sebagai produk dari trauma masa lalu maupun masalah lain yang mereka alami,” katanya.

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Stres Bisa Ganggu Produksi ASI, Ini Penjelasan Konselor Laktasi

57 tahun lalu

Kesehatan Mental Anak Tak Boleh Diabaikan, Kini Skrining Bisa Dilakukan Online

57 tahun lalu

Waspada! Ini Tanda-Tanda Kamu Terjebak dalam Abusive Relationship Menurut Psikolog

57 tahun lalu

Kenapa Gen Z Gampang Overthinking? Psikolog Ungkap Penyebab Utamanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal