Kenapa Seseorang Pakai Alat CAPD di Perutnya? 

Muhammad Sukardi
Alat CAPD untuk membantu pasien gagal ginjal. (Foto: Freepik)

Alat CAPD dipakai untuk menggantikan fungsi ginjal dengan menggunakan membran yang menutupi organ dalam pasien (peritoneum).

Menurut laman kesehatan Kidney Research UK, peritoneum adalah penyaring alami dengan pasokan pembuluh darah kecil (kapiler) yang melimpah, yang melapisi ruang dalam tubuh yang disebut rongga peritoneum atau perut.

"Selama dialisis peritoneum, antara 1 hingga 3 liter cairan dimasukkan ke dalam ruang tersebut melalui kateter yang dipasang di perut," ujar laporan tersebut, dikutip Senin (23/6/2025).

Cairan yang dikenal dengan dialisat kemudian berada di dalam tabung CAPD selama beberapa jam, sementara produk limbah berpindah dari kapiler ke dalam cairan. Kemudian cairan itu dialirkan ke kantong kosong dan dibuang.

"Proses penambahan cairan baru dan pembuangan cairan bekas disebut 'sesi' atau 'pertukaran' dialisis. Proses ini biasanya dilakukan 4 kali dalam sehari, setiap hari, dan setiap sesi berlangsung sekitar 40 menit," papar laporan tersebut.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waspada, Anemia Jadi Komplikasi Paling Umum Penyakit Ginjal Kronis

57 tahun lalu

Kasus Gagal Ginjal Usia Muda Meningkat, Pembiayaan BPJS Naik Jadi Rp11 Triliun!

57 tahun lalu

Kondisi Terkini Paus Fransiskus Masih Kritis, Terdeteksi Gagal Ginjal Dini

57 tahun lalu

Sebelum Meninggal, Alvin Lim Mati-matian Lawan Penyakit Gagal Ginjal Kronis Stadium 5

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal