Ketua Panitia The 3rd SIERA, Agus Sutarman mengatakan penyelenggaraan simposium untuk ketiga kalinya menunjukkan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara regulator, praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional.
“Penyelenggaraan SIERA untuk ketiga kalinya menunjukkan semangat kolaborasi yang semakin kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, mendorong pertukaran pengetahuan, serta menghasilkan berbagai gagasan dan inovasi yang dapat mendukung kemajuan kesehatan Indonesia,” ujar Agus dalam keterangan pers, Sabtu (17/10/2026).
Dia menuturkan, kerangka kerja 5M menjadi salah satu pendekatan untuk melihat keterkaitan berbagai elemen dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia harus didukung pembiayaan yang memadai, ketersediaan material kesehatan, pemanfaatan teknologi, serta metode kerja yang efektif. Kelima elemen tersebut diperlukan agar sistem kesehatan tidak hanya mampu menghadapi krisis, tetapi juga melakukan pencegahan dan pemulihan secara lebih baik.
“Sistem ketahanan kesehatan dibangun melalui keseimbangan antara kualitas sumber daya manusia, dukungan pembiayaan, pemanfaatan teknologi, serta metode kerja yang efektif. Melalui simposium ini, Indonesia dapat bergerak dari sekadar bertahan menghadapi krisis menuju sistem ketahanan kesehatan yang mampu mencegah, merespons, dan pulih lebih kuat di masa depan tanpa menghentikan pelayanan kesehatan esensial,” kata Agus.