2. Pilih makanan tinggi serat
Oatmeal, sereal berbahan gandum utuh, dan buah segar bisa menjadi pilihan menu sarapan. Makanan tinggi serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan dapat mengurangi jumlah kolesterol yang diserap oleh usus.
3. Batasi bacon dan sosis
Daging olahan seperti bacon dan sosis sebaiknya tidak terlalu sering menjadi menu sarapan. Makanan tersebut umumnya mengandung lemak jenuh dan natrium yang cukup tinggi, yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar LDL.
4. Jangan berlebihan mengonsumsi makanan tinggi garam
Garam tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol. Namun, konsumsi natrium secara berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular lainnya.
5. Tambahkan sumber omega-3
Ikan seperti salmon dan trout dapat menjadi pilihan sumber lemak sehat omega-3. Beberapa produk yogurt juga dapat mengandung omega-3. Asupan lemak sehat ini dapat membantu menjaga kadar trigliserida dan mendukung kesehatan jantung.
Dengan demikian, menjaga kolesterol tidak hanya berkaitan dengan menghindari makanan tertentu. Membiasakan sarapan secara rutin, memperhatikan waktu makan, serta memilih makanan tinggi serat dan lebih rendah lemak jenuh dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Meski demikian, pola makan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Bagi orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi, perubahan pola makan sebaiknya tetap dilakukan sebagai bagian dari penanganan secara menyeluruh sesuai anjuran tenaga kesehatan.