Manfaat Tempe bagi Kesehatan, Jadi Superfood Bisa Cegah Asma hingga Kanker

Mei Sada Sirait
BRIN menjelaskan proses fermentasi memegang peranan penting dalam menentukan kualitas tempe. (Foto: AI)

JAKARTA, iNews.idTempe, makanan fermentasi berbahan dasar kedelai yang sudah lama menjadi bagian dari menu masyarakat Indonesia, kini makin mendapat perhatian sebagai pangan super atau superfood. Hal ini seiring dengan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengembangkan inovasi fermentasi tempe untuk meningkatkan nilai gizi serta kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.

BRIN menjelaskan bahwa proses fermentasi memegang peranan penting dalam menentukan kualitas tempe. Melalui teknik fermentasi yang lebih terkontrol dan inovatif, kandungan senyawa bioaktif pada tempe dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga manfaat kesehatannya pun semakin optimal.

Salah satu fokus utama penelitian tersebut adalah mengoptimalkan perubahan isoflavon kedelai dari bentuk glikosida menjadi bentuk aglikon. Senyawa aglikon seperti genistein dan daidzein diketahui memiliki aktivitas biologis lebih tinggi serta lebih mudah diserap oleh tubuh. Dengan peningkatan senyawa ini, tempe tidak hanya menjadi sumber protein nabati, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Di balik harganya yang terjangkau dan mudah ditemukan, tempe menyimpan segudang manfaat kesehatan yang kerap belum disadari masyarakat luas.

Mengutip laman resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, konsumsi tempe secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Tempe diketahui mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh berkat kandungan probiotik dan antioksidan isoflavon di dalamnya.

Selain itu, tempe juga berperan dalam mencegah osteoporosis karena mengandung kalsium dan vitamin K dalam jumlah cukup. Kandungan antibakteri alaminya membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti diare, sementara sifat antioksidan dan antiinflamasinya berkontribusi menjaga kesehatan jantung.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
7 bulan lalu

Siswa SDK Ruteng IV NTT Protes Lauk MBG Hanya Tempe Goreng dan Sayur

Kuliner
1 tahun lalu

Viral Harga Tempe di Jepang Rp35.000, Ternyata Dibuatnya di Bogor

Kuliner
2 tahun lalu

Tempe Resmi Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Kenali Sejarahnya!

Kuliner
2 tahun lalu

Cocok Jadi Lauk, Begini 5 Cara Menggoreng Tempe yang Gurih 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal