Masalah Kesehatan Jiwa Seharusnya Tidak Dianggap Stigma

Diaz Abraham
(Foto: AFP)

Sebenarnya stigma masalah kesehatan jiwa tak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara-negara dengan pendapatan rendah. Salah satu penelitian di India mengungkap, orang miskin di sana kesulitan mengekspresikan emosi.

Perbedaan tersebut dilatarbelakangi latar belakang pendidikan. Mereka cenderung beranggapan bahwa masalah kesehatan disebabkan kondisi fisik.

"Itulah kenapa kesehatan jiwa harus ada di Puskesmas, supaya mereka mampu menangani itu. Jadi mereka meluruskan bukan menambah stigma," ujar Ketua PDSKJI Pusat, dr Eka Viora, Sp.KJ, di kesempatan yang sama.

Masyarakat diharapkan dapat lebih terbuka dengan masalah kesehatan jiwa. Bukan tidak mungkin, penyakit-penyakit tubuh disebabkan oleh tekanan stres berlebih ketika melakukan aktivitas.

Untuk itu, 10 Oktober ditetapkan sebagai hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Peringatan ini dilakukan agar masyarakat lebih mengenal masalah tersebut dan tidak memberi label buruk bagi penderitanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Megapolitan
2 bulan lalu

Polisi Sebut Pria Tabrakkan Diri ke Mobil di Tanah Abang Alami Gangguan Jiwa

Health
3 bulan lalu

Cegah Keracunan MBG, Kemenkes dan BPOM Bakal Rajin Sidak SPPG

Nasional
3 bulan lalu

BGN bakal Awasi Bahan Baku MBG di SPPG untuk Cegah Keracunan

Nasional
3 bulan lalu

Menkes Turun Tangan Cegah Keracunan MBG, Siapkan Ahli Gizi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal