Ada beberapa tanda yang bisa dikenali jika seseorang mengalami seagulling. Misalnya, masih sering diajak jalan atau chatting, namun hubungan tidak pernah memiliki kejelasan arah.
Selain itu, korban biasanya hanya diberi harapan kecil agar tetap bertahan. Pelaku juga cenderung menunjukkan sikap “posesif” atau territorial ketika orang tersebut mulai dekat dengan orang lain.
Paling mencolok, hubungan tidak pernah berkembang ke tahap yang lebih serius meskipun sudah berjalan cukup lama.
Lantas, apa yang mendorong seseorang melakukan seagulling? Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi perilaku ini.
Mulai dari keinginan untuk tetap mendapatkan perhatian dan kenyamanan, hingga kebutuhan akan kontrol emosional terhadap orang lain. Tak sedikit juga yang melakukannya demi meningkatkan ego, karena merasa masih diinginkan.