Laporan kasus mengenai lipogranuloma pada wajah menunjukkan bahwa reaksi terhadap bahan berminyak yang disuntikkan dapat muncul dalam rentang beberapa minggu hingga bertahun-tahun. Karena itu, seseorang mungkin tidak langsung menyadari adanya komplikasi setelah menjalani prosedur kecantikan.
Selain benjolan dan peradangan, suntikan bahan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan permukaan kulit menjadi tidak rata, terbentuknya jaringan parut, hingga kerusakan jaringan yang lebih serius.
Berdasarkan informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), komplikasi prosedur filler dapat mencakup infeksi, terbentuknya nodul atau benjolan, luka terbuka, hingga kematian jaringan. Pada kasus tertentu, dampaknya bisa menetap atau sulit diperbaiki.
3. Bisa Menyebabkan Kerusakan Jaringan Permanen
Bahaya lain dari prosedur suntik wajah adalah kemungkinan terganggunya aliran darah ke jaringan. Pada prosedur filler, komplikasi ini dapat terjadi ketika bahan secara tidak sengaja masuk ke pembuluh darah dan menghambat aliran darah.
FDA menjelaskan bahwa penyumbatan pembuluh darah akibat filler dapat menyebabkan jaringan kekurangan suplai darah. Dampaknya bisa berupa nekrosis atau kematian jaringan, gangguan penglihatan, bahkan stroke pada kasus tertentu.