Risiko tersebut perlu dibedakan dari komplikasi akibat penyuntikan minyak goreng. Keduanya tidak identik, tetapi sama-sama menunjukkan pentingnya memahami bahan yang digunakan dan risiko prosedur injeksi pada wajah.
Bahan yang tidak dirancang untuk disuntikkan ke jaringan tubuh dapat menimbulkan reaksi yang sulit ditangani. Jika material telanjur menyebar ke jaringan sekitarnya, penanganannya bisa menjadi lebih rumit.
Penelitian terhadap 64 pasien dengan granuloma akibat berbagai bahan suntikan di wajah, yang diterbitkan dalam Archives of Craniofacial Surgery pada 2021, menemukan bahwa sebagian besar pasien memerlukan penanganan konservatif yang dilanjutkan dengan tindakan bedah karena keluhan menetap.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan komplikasi akibat bahan suntikan asing dapat membutuhkan waktu panjang dan tidak selalu cukup ditangani dengan satu tindakan.
Kasus Lyn May menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu berhati-hati sebelum menjalani prosedur kecantikan, terutama yang melibatkan suntikan ke dalam kulit.