Selain itu, belum adanya obat spesifik untuk menyembuhkan dengue membuat langkah pencegahan menjadi sangat penting. Penanganan medis selama ini masih berfokus pada pengelolaan gejala.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menegaskan bahwa pencegahan merupakan kunci utama dalam menekan dampak penyakit ini.
"Dengue merupakan penyakit yang dapat berkembang menjadi kondisi serius dan mengancam jiwa. Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting, termasuk melalui peningkatan pemahaman masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), menjelaskan bahwa imunisasi dengue kini telah direkomendasikan untuk kelompok usia tertentu.
Di sisi lain, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, menambahkan bahwa kelompok dewasa juga perlu mempertimbangkan langkah pencegahan, terutama bagi yang memiliki risiko lebih tinggi.
Dia menekankan, konsultasi dengan tenaga kesehatan penting dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat terkait kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Meski vaksinasi menjadi salah satu langkah perlindungan tambahan, para ahli mengingatkan bahwa upaya pencegahan dasar tetap tidak boleh diabaikan. Pengendalian lingkungan melalui 3M Plus masih menjadi fondasi utama dalam menekan penyebaran DBD.