JAKARTA, iNews.id - Nikotin kerap dianggap sebagai penyebab utama kanker akibat kebiasaan merokok. Namun, berbagai bukti ilmiah menunjukkan nikotin bukan penyebab utama kanker akibat rokok dan tidak diklasifikasikan sebagai zat karsinogenik oleh International Agency for Research on Cancer (IARC).
Peneliti Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Khotib menjelaskan nikotin merupakan senyawa alkaloid alami yang terdapat pada tembakau dan beberapa tanaman dari keluarga Solanaceae atau suku terung-terungan.
Menurut Khotib, nikotin memang memiliki sifat yang dapat menimbulkan ketergantungan karena memengaruhi sistem saraf pusat. Namun, mekanisme ketergantungan tersebut berbeda dengan proses kerusakan atau mutasi sel yang dapat memicu kanker.
"Nikotin dapat menyebabkan ketergantungan karena memicu pelepasan dopamin pada sistem penghargaan di otak, yang menimbulkan rasa nyaman dan mendorong seseorang untuk terus merokok. Inilah yang membuat kebiasaan merokok sulit dihentikan. Meski demikian, mekanisme ketergantungan akibat nikotin berbeda dengan proses kerusakan atau mutasi sel yang dapat memicu kanker," ujar Khotib, dalam keterang tertulis Senin (31/8/2026).
Khotib menjelaskan sebagian besar risiko kanker pada perokok berkaitan dengan paparan senyawa berbahaya yang terbentuk ketika tembakau dibakar. Proses tersebut menghasilkan ribuan senyawa kimia, termasuk sejumlah zat yang diketahui bersifat karsinogenik.