BDNF kerap disebut sebagai “pupuk otak” karena berperan dalam mendukung kesehatan jaringan saraf. Ketika faktor tersebut meningkat, kesehatan dan fungsi hippocampus juga dapat ikut terdukung.
Hippocampus merupakan salah satu bagian penting otak yang berkaitan dengan pembentukan dan penyimpanan memori. Karena itu, menjaga kesehatan bagian otak tersebut menjadi penting untuk membantu mempertahankan kemampuan mengingat dan belajar.
Manfaat jalan kaki juga tidak harus diperoleh melalui olahraga dengan intensitas tinggi. Menurut dr Noah, aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan intensitas yang relatif ringan dan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
“Jalan kaki enggak perlu pace tinggi atau sepatu fancy, cukup 30 sampai 40 menit saja per hari, 3 kali per minggu. HR zone 2 rutinin terus buat dapat efek optimal. Sehat terus kawan,” ucap dr Noah.
Kebiasaan jalan kaki secara rutin pun bisa menjadi pilihan sederhana bagi masyarakat yang ingin tetap aktif sekaligus menjaga kesehatan otak. Konsistensi menjadi bagian penting agar aktivitas fisik dapat menjadi kebiasaan dalam jangka panjang.
Rutin bergerak, tubuh tidak hanya mendapatkan manfaat untuk kebugaran, tetapi juga memperoleh dukungan untuk menjaga fungsi otak. Otak lebih tajam dan terlindung dari penurunan kognitif menjadi salah satu alasan mengapa jalan kaki layak dimasukkan ke dalam rutinitas harian.