TANGERANG, iNews.id – Padel terus mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Olahraga yang memadukan unsur tenis dan squash ini semakin digemari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga komunitas olahraga.
Di balik keseruannya, dokter mengingatkan bahwa padel memiliki risiko cedera yang tidak boleh dianggap remeh apabila dimainkan tanpa persiapan fisik yang memadai.
Karakter permainan padel yang mengharuskan pemain bergerak cepat, berlari mengejar bola, melakukan rotasi tubuh, berhenti secara mendadak, hingga berpindah arah dalam hitungan detik membuat otot, sendi, dan ligamen bekerja lebih keras. Kondisi tersebut berpotensi memicu cedera apabila tubuh tidak memiliki kekuatan, stabilitas, maupun daya tahan yang cukup.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Seraphim Medical Center dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO, mengatakan performa saat bermain padel tidak cukup hanya dibangun melalui latihan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, setiap pemain perlu mengetahui kondisi fisiknya agar program latihan yang dijalani sesuai dengan kebutuhan tubuh.
"Dalam olahraga seperti padel, tubuh dituntut bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, dan berpindah arah berulang kali. Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera," ujar dr. Nahum dalam keterangan resminya, Senin (20/7/2026).