Dalam proses perawatan di HCU, sesak napas almarhumah dikabarkan Rinaldi semakin parah. Hal ini membuat dokter memutuskan untuk memasang ventilator untuk membantu pernapasan.
Tak hanya itu, dokter juga melakukan bronkoskopi dan ditemukan bahwa saluran napas hampir tertutup oleh sel kanker aktif. Setelahnya, dokter melakukan cryosurgery dan almarhumah dipindahkan ke RS Dharmais pada 25 September 2025.
"Alhamdulillah, jalur napas sudah dibersihkan. Namun ibu masih harus Radioterapi agar sel kanker tidak tumbuh lagi," kata Rinaldi.
Dan kabar terbaru, Ria Mariaty mengembuskan napas terakhir di RS Dharmais Jakarta. Perjalanan panjang melawan kanker paru stadium 4 ini mengharukan sekaligus menjadi refleksi Raisa dan keluarga.
Raisa meyakini bahwa ibunya adalah sosok perempuan yang tangguh dan kuat, tidak mudah menyerah, dan mau berusaha sekuat tenaga untuk bisa pulih dari segala macam masalah hidup. Dia pun ikhlas ibunda meninggal dunia.
Selain meminta doa dari semua orang, Raisa pun berharap agar publik memberinya ruang privasi di masa sulit ini.
"Tolong di-respect saja privasi keluarga di saat-saat yang sulit ini," kata Raisa.