Plasma Darah Bisa Jadi Penopang Hidup Pasien Hemofilia, Ini Alasannya

Mei Sada Sirait
Ilustrasi donor darah. (Foto: Ilustrasi AI)

Namun, membangun ekosistem plasma yang mandiri dan berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, institusi kesehatan, unit pengelola darah, industri, komunitas pasien, hingga donor memiliki peran yang saling berkaitan.

Menurut Lucia, aspek keselamatan donor, mutu, keamanan produk, serta kepentingan pasien harus tetap menjadi perhatian dalam pengembangan ekosistem tersebut.

"Indonesia perlu membangun ekosistem yang mampu mendukung ketersediaan plasma secara berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan donor, mutu, keamanan produk, serta kepentingan pasien," ujarnya.

Kesadaran Masyarakat soal Plasma Perlu Ditingkatkan

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat mengenai plasma juga dinilai penting. Publik perlu memahami bahwa plasma memiliki manfaat medis dan dibutuhkan untuk menghasilkan terapi bagi pasien dengan kondisi tertentu.

Momentum International Plasma Awareness Week diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan Produk Obat Derivat Plasma.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 hari lalu

Penderita Diabetes Bolehkah Makan Telur Setiap Hari? Cek Pengaruhnya pada Gula Darah

7 hari lalu

Kemenkes: 25.000 Orang Indonesia Meninggal Dunia per Tahun akibat Kanker Darah

9 hari lalu

Rutin Donor Darah di Kantor, Karyawan MNC Ingin Semakin Banyak Orang Terbantu

9 hari lalu

Bukan Sekadar Rutinitas, Karyawan MNC Rutin Donor Darah demi Bantu Sesama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal