Namun, membangun ekosistem plasma yang mandiri dan berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, institusi kesehatan, unit pengelola darah, industri, komunitas pasien, hingga donor memiliki peran yang saling berkaitan.
Menurut Lucia, aspek keselamatan donor, mutu, keamanan produk, serta kepentingan pasien harus tetap menjadi perhatian dalam pengembangan ekosistem tersebut.
"Indonesia perlu membangun ekosistem yang mampu mendukung ketersediaan plasma secara berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan donor, mutu, keamanan produk, serta kepentingan pasien," ujarnya.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat mengenai plasma juga dinilai penting. Publik perlu memahami bahwa plasma memiliki manfaat medis dan dibutuhkan untuk menghasilkan terapi bagi pasien dengan kondisi tertentu.
Momentum International Plasma Awareness Week diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan Produk Obat Derivat Plasma.