Plasma Darah Bisa Jadi Penopang Hidup Pasien Hemofilia, Ini Alasannya

Mei Sada Sirait
Ilustrasi donor darah. (Foto: Ilustrasi AI)

Salah satunya adalah hemofilia, yakni kelainan pembekuan darah yang membuat tubuh mengalami kesulitan menghentikan perdarahan.

Pada kondisi tersebut, pasien dapat membutuhkan terapi pengganti faktor pembekuan untuk membantu proses pembekuan darah. Produk obat yang berasal dari plasma menjadi salah satu sumber terapi yang dapat digunakan dalam penanganan kondisi tertentu.

Selain hemofilia, produk obat derivat plasma juga dapat digunakan dalam terapi imunodefisiensi primer serta sejumlah penyakit langka dan kronis.

Karena itu, kebutuhan terhadap plasma bukan hanya berkaitan dengan transfusi darah, tetapi juga dengan ketersediaan bahan baku untuk menghasilkan produk terapi bagi pasien dengan kondisi tertentu.

Terapi Plasma Bisa Dibutuhkan dalam Jangka Panjang

Lucia mengatakan, bagi sebagian pasien, terapi berbasis plasma bukan pengobatan yang hanya diberikan sesekali. Terapi tersebut dapat menjadi bagian dari perawatan jangka panjang sehingga kepastian pasokannya perlu dijaga.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 hari lalu

Penderita Diabetes Bolehkah Makan Telur Setiap Hari? Cek Pengaruhnya pada Gula Darah

7 hari lalu

Kemenkes: 25.000 Orang Indonesia Meninggal Dunia per Tahun akibat Kanker Darah

9 hari lalu

Rutin Donor Darah di Kantor, Karyawan MNC Ingin Semakin Banyak Orang Terbantu

9 hari lalu

Bukan Sekadar Rutinitas, Karyawan MNC Rutin Donor Darah demi Bantu Sesama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal