Hal itu membuat tingkat keracunan atau efek buruk dari obat kimia ke tubuh menjadi lebih rendah dan kondisi pasien lebih stabil. Dengan kata lain, proses kemoterapi bisa dilakukan tepat waktu tanpa harus ditunda-tunda akibat kondisi tubuh yang menurun. Terlebih, puasa juga bisa meningkatkan kualitas hidup pasien kanker secara biologis.
Di sisi lain, puasa juga membuat kadar asam lemak bebas meningkat lebih banyak daripada sumber glukosa yang menjadi tenaga bagi tubuh. Meningkatnya asam lemak ini membuat sel pembunuh dalam tubuh menjadi lebih kuat untuk memakan sel-sel rusak seperti sel kanker dan virus.