JAKARTA, iNews.id - Riwayat kanker payudara dalam keluarga bisa menjadi salah satu faktor untuk menilai risiko seseorang mengalami penyakit tersebut. Namun, dokter mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menjalani tes genetik tanpa memahami manfaat dan konsekuensi hasil pemeriksaan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi, dr Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, menjelaskan bahwa mutasi gen BRCA berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker ovarium.
Pemeriksaan genetik dapat membantu mengetahui apakah seseorang memiliki mutasi tersebut. Meski demikian, keputusan untuk menjalani tes perlu mempertimbangkan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.
Menurut Jeffry, pemeriksaan dapat dipertimbangkan jika terdapat riwayat kanker dalam keluarga, terutama pola kejadian kanker yang mengarah pada kemungkinan faktor keturunan.
Dia mengingatkan, tes genetik sebaiknya tidak dilakukan hanya karena penasaran. Pasien perlu memahami tujuan pemeriksaan dan mempersiapkan diri untuk menerima hasilnya.