Rajin Minum Air Putih tapi Masih Bisa Kena Batu Ginjal, Ini Penyebabnya

Niko Prayoga
Minum air putih yang cukup hingga urine terlihat jernih kerap dianggap sebagai tanda tubuh terhindar dari gangguan ginjal. (Foto: Ilustrasi AI)
Baca Juga

Selain menjaga pola makan dan kecukupan cairan, pemantauan kondisi kesehatan secara berkala juga penting dilakukan. Pemeriksaan kadar asam urat, gula darah, dan kolesterol dapat membantu seseorang mengetahui perubahan kondisi tubuh lebih dini.

" Cek asam urat rutin juga bantu biar ketahuan lebih awal kalau naik. Sekarang asam urat, gula darah, kolesterol bisa dicek sendiri di rumah, dicatat biar kelihatan trennya," katanya.

Meski demikian, pemeriksaan mandiri menggunakan alat tes hanya membantu memantau kadar zat tertentu dalam darah dan tidak dapat memastikan keberadaan batu ginjal. Diagnosis batu ginjal memerlukan pemeriksaan medis sesuai indikasi, termasuk melalui ultrasonografi (USG) atau CT scan.

dr. Cecep mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan urine jernih sebagai satu-satunya patokan kesehatan ginjal. Kecukupan cairan tetap penting, tetapi faktor lain, seperti tingkat keasaman urine dan kondisi metabolisme tubuh, juga perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko pembentukan batu ginjal.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
13 hari lalu

Benarkah Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Dokter Ungkap Fakta Ini

30 hari lalu

5 Dampak Terlalu Banyak Minum Air, Ginjal Bisa Kewalahan hingga Picu Hiponatremia

30 hari lalu

Jangan Terlalu Banyak Minum Air, Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh

1 bulan lalu

Jangan Langsung Minum Kopi saat Bangun Tidur, Dokter Sarankan Lakukan Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal