“Cuma ada beberapa orang yang shift malam dan ada waktunya cuma malam. Ya kalau tubuhmu sudah adaptasi, ya your choice,” kata dr Tirta.
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa olahraga terlalu larut, terutama dengan intensitas tinggi, dapat berpengaruh terhadap proses pemulihan tubuh.
“Sehingga dia nge-gym-nya di tengah malam. Cuma manfaat nge-gym tengah malam itu akan membuat recover tubuh telat. Karena hormon growth itu munculnya saat malam, saat tidur,” katanya.
dr Tirta menjelaskan, tubuh membutuhkan waktu tidur untuk menjalankan proses pemulihan. Karena itu, olahraga berat yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi membuat tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang optimal.
Dia pun menyarankan masyarakat yang memiliki pilihan waktu untuk berolahraga pada sore atau awal malam. Menurutnya, waktu tersebut lebih ideal dibandingkan memaksakan latihan berat hingga tengah malam.
“Makanya saya tuh kalau nge-gym ya habis magrib atau ya sebelum magrib. Cuma kan itu privilege. Ada beberapa orang yang sampai rumah baru jam 9, jam 10 malam. Kalaupun dipaksa banget tengah malam, ya enggak usah nge-push,” kata dr Tirta.
Dengan demikian, bagi masyarakat yang hanya memiliki kesempatan berolahraga pada tengah malam, dr Tirta menyarankan agar tidak memaksakan latihan dengan intensitas tinggi. Penyesuaian rutinitas dan menjaga waktu istirahat tetap penting agar manfaat olahraga tidak justru mengganggu proses pemulihan tubuh.