Orang yang memiliki faktor risiko tertentu, termasuk riwayat keluarga dengan kanker kolorektal, sebaiknya berkonsultasi mengenai waktu dan kebutuhan skrining. Pemeriksaan pada orang tanpa gejala berbeda dengan pemeriksaan diagnostik bagi mereka yang sudah mengalami keluhan.
Berbagai pemeriksaan saluran pencernaan, termasuk kolonoskopi, dapat membantu dokter menilai kondisi usus dan menentukan langkah berikutnya. Pemeriksaan lanjutan dan penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari terapi medis hingga tindakan bedah jika diperlukan.
Pada akhirnya, sembelit atau BAB berdarah tidak selalu berarti kanker. Namun, keluhan yang menetap, berulang, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak dianggap sepele. Mengenali perubahan tubuh dan memeriksakannya sejak dini dapat membantu pasien memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.