Sinar Matahari Jadi Musuh Terbesar Penyakit Lupus hingga Dermatomiositis, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi individu yang tidak boleh terpapar sinar matahari. (Foto: Ilustrasi AI)

"Pasien XP harus sepraktis mungkin menghindari paparan UV (bahkan sinar kecil), memakai pelindung, hingga jendela rumahnya menggunakan filter," ungkap Mayo Clinic. 

4. Dermatomiositis 

Laporan PMC menerangkan, beberapa pasien dermatomiositis menunjukkan sensitivitas terhadap sinar UV, di mana paparan dapat memperburuk manifestasi kulit (misalnya rash heliotropik, gottron papules) serta kemungkinan memicu aktivitas penyakit. 

5. Pseudoporphyria

Pseudoporphyria adalah kondisi yang menyerupai porfiria (gejala lepuhan di kulit terekspos sinar), namun tanpa kelainan biokimia porfirin. Bisa terkait terapi dengan obat-obatan atau kondisi ginjal.

6. Alergi Kulit Tertentu

Selain kelima penyakit di atas, orang dengan alergi kulit tertentu juga kerap kali disarankan tidak boleh kena sinar matahari. Alergi apa? 

- Alergi matahari

Orang yang alergi matahari biasanya akan mengalami biduran yang muncul beberapa menit setelah kulit terkena sinar matahari, terutama sinar UVA, UVB, atau bahkan cahaya tampak. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Apa Itu Penyakit Fibromyalgia yang Bikin Mariah Carey Tidak Lincah di Panggung?

57 tahun lalu

Perjuangan Fahmi Bo Melawan Penyakit Komplikasi Seorang Diri, Sangat Memprihatinkan

57 tahun lalu

Penyakit Menular, Kenali Gejala Utama Penyakit TBC

57 tahun lalu

Terbaring Lemas di Rumah, Sule Ungkap Penyakit yang Dideritanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal