Dampak pada Kesehatan Rongga Mulut
Pendekatan berbasis risiko juga menjadi perhatian dalam konteks kesehatan gigi dan mulut. Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, dr Indra Mustika, menilai tenaga kesehatan perlu memberikan informasi yang berdasarkan bukti ilmiah ketika berkomunikasi dengan perokok dewasa.
“Tenaga kesehatan di Indonesia perlu mampu melakukan komunikasi yang berbasis bukti ilmiah, tidak bias terhadap produk, tetapi juga tidak menyamakan seluruh produk tembakau sebagai sesuatu yang memiliki risiko identik,” kata Indra, Senin (14/9/2026).
Menurut Indra, komunikasi kepada perokok dewasa perlu mempertimbangkan tingkat risiko, bukan hanya menggunakan pendekatan hitam-putih berupa “aman” atau “tidak aman”.
“Apabila perokok dewasa yang sudah mencoba berhenti dan belum berhasil, klinisi perlu menjelaskan bahwa beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif merupakan langkah yang lebih rendah risiko dibandingkan terus merokok,” kata Indra.
Indra juga merujuk pada penelitian klinis yang pernah dilakukannya terhadap perokok dan kelompok perokok yang beralih ke produk tembakau alternatif.