Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nikotin Bikin Ketergantungan, Benarkah Jadi Penyebab Utama Kanker? Begini Kata Ahli
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Tantangan Kesehatan, Dunia Butuh Langkah Konkret Atasi Dampak Merokok

Kamis, 03 September 2026 - 04:56:00 WIB
Jadi Tantangan Kesehatan, Dunia Butuh Langkah Konkret Atasi Dampak Merokok
Epidemi merokok masih menjadi tantangan kesehatan global di berbagai negara termasuk Indonesia. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Epidemi merokok masih menjadi tantangan kesehatan global di berbagai negara. Meski sejumlah negara telah menerapkan berbagai kebijakan pengendalian tembakau, prevalensi merokok pada laki-laki di berbagai negara masih berkisar antara 15 persen hingga 40 persen.

Kondisi ini menunjukkan pendekatan pengendalian tembakau belum cukup untuk menurunkan jumlah perokok. Hal tersebut mendorong diskusi di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan mengenai perlunya cara lain yang lebih efektif, termasuk melalui pendekatan tobacco harm reduction (THR) atau pengurangan risiko tembakau bagi perokok dewasa.

Dalam jurnal bertajuk "Beyond a Smoke-Free Generation: Ending Smoking Within a Generation" yang juga diterbitkan di The Lancet, peneliti Ruth Bonita dan Robert Beaglehole menegaskan, mencegah perokok baru tidak cukup sebagai upaya menanggulangi epidemi merokok.

Menurut keduanya, kebijakan pengendalian tembakau juga perlu memprioritaskan percepatan penurunan jumlah perokok dewasa. Salah satu caranya adalah mendorong peralihan dari rokok yang dibakar ke berbagai produk nikotin dengan profil risiko yang lebih rendah, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

“Jika tujuannya adalah mengakhiri epidemi merokok, maka kebijakan pengendalian tembakau global perlu memprioritaskan percepatan transisi dari konsumsi rokok menuju ke produk nikotin alternatif yang terbukti memiliki tingkat risiko lebih rendah, khususnya bagi kelompok orang dewasa yang menanggung beban besar akibat dampak kesehatan tembakau, khususnya di negara-negara berkembang,” tulis Ruth Bonita dan Robert Beaglehole, dikutip Kamis (3/9/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut