Sulit Punya Anak Bukan Hanya soal Perempuan, Suami Juga Perlu Diperiksa

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasutri konsultasi dengan dokter. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id – Ketika pasangan sulit mendapatkan keturunan, perempuan kerap menjadi pihak yang lebih dulu diperiksa. Padahal, persoalan kesuburan tidak hanya dapat terjadi pada perempuan, tetapi juga laki-laki. 

Karena itu, evaluasi kondisi kesuburan sebaiknya melibatkan suami dan istri. Hal ini menjadi penting bagi pasangan yang telah lama mengupayakan kehamilan, seperti Kingkin Kusumawardhani dan suaminya. Selama 23 tahun pernikahan, keduanya masih menanti kehadiran buah hati.

"23 tahun bukan waktu yang singkat, dan terlalu jauh perjalanannya. Mungkin ini terakhir kali usaha saya," ungkap Kingkin saat mengikuti kegiatan GlowImpact di Malang, Jawa Timur, belum lama ini.

Agenda pendampingan program hamil. (Foto: Istimewa)

Perjalanan panjang tersebut menjadi gambaran bahwa upaya mendapatkan keturunan dapat menjadi proses yang tidak mudah bagi sebagian pasangan. Ketika kehamilan belum terjadi, mencari penyebabnya tidak semestinya hanya dibebankan kepada perempuan.

Kementerian Kesehatan menyebut infertilitas diperkirakan dialami oleh 10–15 persen pasangan usia subur di Indonesia. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 4–6 juta pasangan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Tak Hanya Ganggu Pernapasan, Dokter Ungkap Kabut Asap Berdampak pada Kesuburan Pria

3 bulan lalu

Mitos atau Fakta Ukuran Buah Zakar Berkaitan dengan Kesuburan Pria, Ini Penjelasan Dokter

3 bulan lalu

3 Tanda Gangguan Kesuburan pada Pria, Jangan Abai Bisa Sulit Punya Anak

3 bulan lalu

15 Persen Pria di Indonesia Alami Gangguan Kesuburan, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal