Infertilitas dapat berkaitan dengan berbagai faktor pada sistem reproduksi laki-laki maupun perempuan. Pada perempuan, penyebabnya antara lain dapat berhubungan dengan gangguan ovulasi, kondisi saluran reproduksi, maupun masalah pada rahim.
Sementara pada laki-laki, gangguan kesuburan dapat berkaitan dengan produksi sperma, jumlah sperma, pergerakan sperma, hingga kualitas sperma. Karena itu, kondisi suami juga perlu dipertimbangkan ketika pasangan mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.
Pemeriksaan bukan berarti setiap pasangan harus menjalani rangkaian tes yang sama. Evaluasi dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing pasangan dan dapat diarahkan oleh tenaga kesehatan untuk mencari kemungkinan faktor yang berperan terhadap kesulitan memperoleh kehamilan.
Selain persoalan medis, infertilitas juga dapat memberikan tekanan psikologis dan sosial. Perempuan sering kali menjadi pihak yang lebih banyak mendapat pertanyaan mengenai kehadiran anak, padahal persoalan kesuburan dapat berasal dari salah satu pasangan maupun kombinasi berbagai faktor.
Karena itu, keterlibatan suami dalam proses konsultasi dan pemeriksaan juga dapat membantu pasangan menghadapi persoalan tersebut sebagai perjalanan bersama.