JAKARTA, iNews.id – Tidak sedikit orang melakukan diet untuk menjaga kesehatan. Namun, diet rendah karbohidrat diutamakan untuk orang-orang yang mengalami sindrom metabolik.
"Low carb keto ini enggak perlu dikerjakan semua orang karena belum tentu dia butuh. Tetapi begitu orang itu terkena sindrom metabolik, ya dia sudah harus memikirkan," ujar Kepala Divisi Organisasi di Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A(K) usai menghadiri acara "Gaya Hidup Rendah Karbohidrat" di Jakarta, Sabtu 6 April 2019.
Konsultan Jantung Anak di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta sekaligus pelaku diet rendah karbohidrat itu mengatakan, sindrom metabolik mencakup lingkar perut di atas 90 cm (laki-laki) dan 80 cm (perempuan), tekanan darah di atas 130/85 mmHg, HDL kolesterol di bawah 40 dan 50 (untuk perempuan), trigliserida di atas 150 dan gula darah puasa di atas 100.
Dia mengatakan, jika seseorang mengidap tiga dari lima kondisi itu, maka sudah tergolong sindrom metabolik dan saat itulah dia perlu mempertimbangkan diet rendah karbohdirat sebagai alternatif.
"Coba saja tiga sampai enam bulan. Kalau enak, lanjutkan," kata Piprim yang menjalani diet rendah karbohidrat sejak dua tahun terakhir.