"Mulai dari obat, alat kesehatan, sampai tadi malam kita mengirim X-ray karena di patah tulang itu juga kan perlu ya difoto untuk X-ray-nya. Itu sudah ada di sana semua," tutur Lucia.
Kemenkes memastikan stok obat-obatan dan berbagai perbekalan kesehatan untuk wilayah terdampak tetap tersedia. Pasokan tersebut dikirim dari pusat dengan dukungan distribusi oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Meski demikian, pelayanan kesehatan di tengah bencana masih menghadapi sejumlah tantangan. Kebutuhan air bersih dan toilet menjadi salah satu persoalan yang turut mendapat perhatian.
Gangguan komunikasi juga menjadi kendala dalam koordinasi pelayanan di lapangan. Padahal, tenaga medis membutuhkan jaringan komunikasi untuk melaporkan kondisi serta meminta tambahan obat dan peralatan apabila persediaan menipis.
Untuk mendukung komunikasi di wilayah terdampak, Kemenkes turut membagikan perangkat Starlink melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Kalau enggak kan enggak ada komunikasi, kasihan juga gitu kan, gimana mau minta obat dan sebagainya enggak bisa kalau enggak ada komunikasi,” ujar Lucia.
Selain rumah sakit lapangan, Kemenkes juga membuka tenda pelayanan Puskesmas di sejumlah wilayah yang mengalami dampak besar akibat gempa, termasuk Nagekeo.