Tak Hanya Operasi Tulang, Persalinan hingga Cuci Darah Dikerjakan di RS Lapangan NTT

Mei Sada Sirait
RS Lapangan Ruteng menangani enam pasien dalam dua hari, termasuk tiga korban gempa NTT yang menjalani operasi. (Foto: Kemenkes)

Ia menjelaskan, layanan hemodialisis tetap harus diberikan kepada pasien yang membutuhkannya. Penghentian terapi dapat menyebabkan kondisi pasien memburuk dan berisiko mengancam keselamatan.

Selain persalinan dan cuci darah, rumah sakit lapangan juga disiapkan untuk menangani korban gempa yang mengalami berbagai cedera, termasuk patah tulang.

Kemenkes bahkan telah menyediakan kamar operasi di rumah sakit darurat tersebut. Lucia menyebut fasilitas itu sudah digunakan untuk melakukan lebih dari 10 operasi terhadap korban dengan kasus fraktur.

"Kami bikin kamar operasi di rumah sakit darurat itu, sudah full dan sudah menjalankan operasi. Sudah lebih dari 10 operasi untuk fraktur," katanya.

Penanganan korban patah tulang juga didukung dengan pengiriman perangkat X-ray ke lokasi terdampak. Alat tersebut diperlukan untuk membantu pemeriksaan kondisi tulang sebelum pasien mendapatkan tindakan medis.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 jam lalu

Prabowo Gerak Cepat Pulihkan Pendidikan di NTT Pascagempa M7,7: Sekolah Tak Boleh Berhenti

8 jam lalu

Solidaritas untuk NTT, Polda Riau Kirim 60 Ton Bantuan Kemanusiaan dari Surabaya

8 jam lalu

Wapres Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Pengamat Sebut Kehadiran Pemerintah Sangat Krusial

8 jam lalu

Lebih dari 10 Korban Patah Tulang Gempa NTT Sudah Dioperasi di RS Lapangan, Ini Datanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal