Kelompok dengan sistem kekebalan tubuh lemah, anak-anak, serta lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Hingga kini, belum tersedia obat antivirus khusus untuk virus Nipah. Penanganan medis difokuskan pada perawatan suportif dan pengendalian gejala guna mencegah kondisi semakin parah.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak langsung dengan hewan liar, serta memastikan makanan dan minuman dalam kondisi higienis. Deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci penting untuk menekan risiko fatal akibat virus Nipah.