Tangan Gemetar saat Hadapi Konflik Bukan Berarti Pengecut, Ini Penjelasan Medis

Niko Prayoga
Tangan gemetar saat menghadapi konflik, adu argumen, atau situasi yang menegangkan kerap membuat seseorang merasa takut atau dianggap tidak berani. (Foto: Ilustrasi AI)

Adrenalin berperan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi situasi yang dianggap mengancam. Efeknya dapat berupa peningkatan detak jantung, perubahan kesiagaan tubuh, hingga munculnya getaran pada tangan.

“Adrenalin akan membuat beberapa efek di tubuh seperti detak jantung jadi cepat, hingga tangan jadi gemetar. Adrenalin juga menyiapkan energi di tubuh untuk lari atau adu fisik,” kata dia.

Getaran tersebut berkaitan dengan perubahan aktivitas otot dan respons fisiologis tubuh ketika berada dalam kondisi siaga. Karena itu, tangan gemetar saat menghadapi konflik tidak serta-merta menunjukkan seseorang pengecut atau tidak mampu mengendalikan diri.

“Jadi tangan gemetar itu BUKAN tanda takut atau pengecut, TAPI memang mekanisme tubuh untuk mempertahankan kondisi siaga pada kondisi ada konflik,” kata dr Adam.

Meski demikian, tangan gemetar tidak selalu disebabkan oleh respons stres atau adrenalin. Jika kondisi tersebut sering terjadi tanpa pemicu yang jelas, berlangsung terus-menerus, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 tahun lalu

Kenapa Orang Teriak saat Takut? Ternyata Begini Penjelasannya

3 tahun lalu

Takut Ikan Tak Laku, Nelayan Fukushima Protes Air Radioaktif Nuklir Dibuang ke Laut

4 tahun lalu

Eks Kapolres Bukittinggi Ngaku Takut dengan Teddy Minahasa: Dia Pendendam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal