JAKARTA, iNews.id - Tangan gemetar saat menghadapi konflik, adu argumen, atau situasi yang menegangkan kerap membuat seseorang merasa takut atau dianggap tidak berani. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi respons alami tubuh ketika mendeteksi adanya ancaman.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata, menjelaskan bahwa tangan gemetar dalam situasi konflik berkaitan dengan aktivasi sistem saraf tubuh yang mempersiapkan diri menghadapi ancaman.
Penjelasan tersebut disampaikan Adam melalui utas di akun Threads miliknya. Dia juga merujuk pada dua penelitian ilmiah berjudul Low plasma concentrations of adrenaline and physiological tremor in man serta Evidence for a direct peripheral effect of adrenaline on physiological tremor in man.
“Tangan lo gemetar saat ada konflik itu bukan tanda pengecut, tapi karena tubuh lo lagi mengaktifkan mode bertahan hidup karena merasa ada ancaman,” tulis dr Adam, dikutip Minggu (11/10/2026).
Menurut dia, ketika seseorang menghadapi konflik, misalnya adu argumen atau permasalahan lainnya, tubuh secara otomatis dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis. Respons ini kemudian memicu pelepasan hormon adrenalin ke dalam aliran darah.